Selasa, 25 Juli 2017

Perbandingan Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013

Posted by on Selasa, 25 Juli 2017
Untuk bahan informasi mengenai pengetahuan umum bagi setiap Guru mengenai Kurikulum yang Kita gunakan saat ini di Indonesia, maka Admin pada kesempatan kali ini akan membagikan pembahasan sekilas mengenai Perbandingan Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013. Berikut berbagai Perbandingan Antar kedua Kurikulum yang pernah dan sedang di gunakan yang telah Admin dapatkan dari berbagai sumber.

Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013

Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum 2006 (KTSP)
KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomer 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Kurikulum 2013
Pendidikan dasar dan menengah, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab

Sistem yang digunakan
Kurikulum 2006 (KTSP)
Dalam kurikulum 2006 yang digunakan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar
Berbasis mata pelajaran, masing-masing disiplin ilmu dibahas atau dikelompokkan dalam satu mata pelajaran.

Kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013 yang digunakan  Kompetensi Inti (KI)
Berbasis tematik, sehingga dalam pembelajaran yang digunakan adalah tema-tema yang menjadi acuan atau bahan ajar.

Silabus yang digunakan
Kurikulum 2006 (KTSP)
Silabus yang digunakan adalah silabus yang dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan yang berdasarkan silabus nasional.

Kurikulum 2013
Silabus yang digunakan adalah silabus dari pusat, sehingga seluruh indonesia menggunakan silabus yang sama.

Mata pelajaran pancasila
Kurikulum 2006 (KTSP)
Dalam kurikulum 2006, mata pelajaran pendidikan pancasila ditiadakan dan diganti dengan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

Kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dirubah menjadi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.

Implementasi kurikulum
Kurikulum 2006
Dalam kurikulum 2006, sistem yang digunakan adalah penjurusan.

Kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013, sistem yang digunakan adalah peminatan.

Beban belajar siswa
Kurikulum 2006 (KTSP)
Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran yang terlalu kompleks melebihi kemampuan siswa.

Kurikulum 2013
Beban belajar siswa lebih sedikit dan disesuaikan dengan kemampuan siswa

Proses penilaian
Kurikulum 2006 (KTSP)
Berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output

Kurikulum 2013
Berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output

Penilaian
Kurikulum 2006 (KTSP)
Menekankan aspek kognitif Test menjadi cara penilaian yang dominan

Kurikulum 2013
Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional Penilaian test dan portofolio saling melengkapi.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kurikulum 2006 (KTSP)
Memenuhi kompetensi profesi saja Fokus pada ukuran kinerja PTK

Kurikulum 2013
Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal motivasi mengajar.

Pengelolaan Kurikulum
Kurikulum 2006 (KTSP)
Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum
Terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran (Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum)

Kurikulum 2013
Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan
Satuan pendidikan mampumenyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah (Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar