Sabtu, 16 September 2017

SILABUS OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL OSN SMA MA TINGKAT KABUPATEN/KOTA, PROVINSI, DAN NASIONAL

September 16, 2017
SILABUS OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL OSN SMA MA TINGKAT
SILABUS OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL OSN TINGKAT KABUPATEN/KOTA, PROVINSI, DAN NASIONAL TAHUN 2017- PANDUAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL MATEMATIKA SMA/MA, Seperti umumnya kompetisi matematika yang serius, Olimpiade Sains Nasional Matematika SMA/MA mengukur secara langsung tiga aspek berikut: pemecahan masalah (problem solving), penalaran (reasoning), dan komunikasi tertulis. Oleh karena itu, persiapan calon peserta OSN semestinya berorientasi kepada peningkatan kemampuan dalam ketiga aspek tersebut.
Pemecahan masalah dipahami sebagai pelibatan diri dalam masalah tidak-rutin (non-routine problem), yaitu masalah yang metode penyelesaiannya tidak diketahui di muka. Masalah tidak-rutin menuntut pemikiran produktif seseorang untuk menciptakan (invent) strategi, pendekatan dan teknik untuk memahami dan menyelesaikan masalah tersebut. Pengetahuan dan ketrampilan saja tidak cukup. Ia harus dapat memilih pengetahuan dan ketrampilan mana yang relevan, meramu dan memanfaatkan hasil pilihannya itu untuk menangani masalah tidak-rutin yang dihadapinya.
Boleh jadi seseorang secara intuitif dapat menemukan penyelesaian dari masalah matematika yang dihadapinya. Bagaimana ia dapat meyakinkan dirinya (dan orang lain) bahwa penyelesaian yang ditemukannya itu memang penyelesaian yang benar? Ia harus memberikan justifikasi (pembenaran) untuk penyelesaiannya itu. Justifikasi yang dituntut disini mestilah berdasarkan penalaran matematika yang hampir selalu berarti penalaran deduktif. Peserta OSN Matematika SMA/MA perlu menguasai teknik-teknik pembuktian seperti bukti langsung, bukti dengan kontradiksi, kontraposisi, dan induksi matematika.
OSN Matematika SMA/MA berbentuk tes tertulis. Oleh karena itu, peserta perlu memiliki kemampuan berkomunikasi secara tertulis. Tulisan haruslah efektif, yaitu dapat dibaca dan dimengerti orang lain serta menyatakan dengan tepat apa yang dipikirkan penulis.
Selain itu, OSN Matematika SMA/MA adalah tes dengan waktu terbatas. Ini berarti bahwa peserta harus dapat melakukan ketiga hal di atas secara efisien.

Baca Juga Silabus OSN SMA MA 2017 Matematika Fisika Icho IBO IT Ekonomi Astronomi IESO Geografi

Sebelum seseorang diundang untuk menjadi peserta OSN Matematika SMA/MA, ia harus melewati setidaknya dua saringan terlebih dahulu, yaitu:
1. Seleksi tingkat kota/kabupaten, berupa tes dengan format isian singkat. Banyaknya soal adalah 20 soal dengan bobot yang sama. Tes ini hanya menguji kemampuan pemecahan masalah.
2. Seleksi tingkat propinsi, berupa tes dengan format isian singkat dan uraian. Ada 20 soal isian singkat dan 5 soal uraian. Setiap soal isian singkat bernilai 1 angka, sedangkan setiap soal uraian bernilai 7 angka. Ketiga kemampuan pemecahan masalah, bernalar dan berkomunikasi mulai diuji pada tingkat ini. Kemampuan pemecahan masalah tetap menjadi fokus pada seleksi ini.
OSN Matematika SMA/MA sendiri akan dilangsungkan selama dua hari berturutan. Setiap hari, peserta akan menghadapi masing-masing empat soal uraian. Setiap soal bernilai sama, yaitu 7 angka.

Cakupan Materi
Mengikuti kelaziman yang berlaku pada IM(International Mathematical Olympiad), cakupan materi matematika OSN dibagi ke dalam empat kelompok: aljabar, geometri, kombinatorika, dan teori bilangan.

Pada dasarnya, OSN Matematika SMA/MA mencakup materi matematika yang lazim diberikan dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, di luar materi kalkulus dan statistika, dan sejumlah tambahan. Materi tambahan ini mungkin sudah dicakup dalam kurikulum sejumlah sekolah. Oleh karena itu, daftar materi tambahan berikut bisa jadi beririsan (overlap) dengan materi dalam kurikulum. Hendaknya diingat juga bahwa peserta OSN diharapkan memahami materi yang diujikan, bukan sekadar mengetahui fakta materi tersebut.

Berikut ini adalah daftar materi untuk OSN Matematika SMA/MA.
Aljabar:
Sistem bilangan real
Himpunan bilangan real dilengkapi dengan operasi tambah dan kali beserta sifat-sifatnya.
Sifat urutan (sifat trikotomi, relasi lebih besar/kecil dari, beserta sifat-sifatnya)
Ketaksamaan
Penggunaan sifat urutan untuk menyelesaikan soal-soal ketaksamaan.
Penggunaan sifat bahwa kuadrat bilangan real selalu non negatif untuk menyelesaikan soal-soal ketaksamaan.
Ketaksamaan yang berkaitan dengan rataan kuadratik, rataan aritmatika, rataan geometri, dan rataan harmonik.
Nilai mutlak
Pengertian nilai mutlak dan sifat-sifatnya
Aspek geometri nilai mutlak
Persamaan dan ketaksamaan yang melibatkan nilai mutlak
Sukubanyak (polinom)
Algoritma pembagian
Teorema sisa
Teorema faktor
Teorema Vieta (sifat simetri akar)
Fungsi
Pengertian dan sifat-sifat fungsi
Komposisi fungsi
Fungsi invers
Pencarian fungsi yang memenuhi sifat tertentu
Sistem koordinat bidang
Grafik fungsi
Persamaan dan grafik fungsi irisan kerucut (lingkaran, ellips, parabola, dan hiperbola)
Barisan dan deret
Suku ke-n suatu barisan
Jumlah n suku pertama suatu deret
Deret tak hingga
Notasi sigma
Persamaan dan sistem persamaan
Penggunaan sifat-sifat fungsi untuk menyelesaikan persamaan dan sistem persamaan
Penggunaan ketaksamaan untuk menyelesaikan persamaan dan sistem persamaan
Geometri:
Hubungan antara garis dan titik
Hubungan antara garis dan garis
Bangun-bangun bidang datar
Segitiga
Segiempat
Segibanyak beraturan
Lingkaran
Kesebangunan dan kekongruenan
Sifat-sifat segitiga: garis istimewa (garis berat, garis bagi, garis tinggi, garis sumbu)
Dalil Menelaus
Dalil Ceva
Dalil Stewart
Relasi lingkaran dengan titik
Titik kuasa (power point)
Relasi lingkaran dengan garis:
Bersinggungan
Berpotongan
Tidak berpotongan
Relasi lingkaran dengan segitiga:
Lingkaran dalam
Lingkaran luar
Relasi lingkaran dengan segiempat:
Segi empat tali busur (beserta sifat-sifatnya)
Dalil Ptolomeus
Relasi lingkaran dengan lingkaran:
Dua lingkaran tidak beririsan: baik salah satu di dalam atau di luar yang lain
Dua lingkaran beririsan di satu titik (bersinggungan): dari dalam atau dari luar
Dua lingkaran beririsan di dua titik
Lingkaran-lingkaran sepusat (konsentris)
Garis-garis yang melalui satu titik (konkuren), titik-titik yang segaris (kolinier)
Trigonometri (perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas)
Bangun-bangun ruang sederhana
Kombinatorika:
Prinsip pencacahan
Prinsip penjumlahan
Prinsip perkalian
Permutasi dan kombinasi
Penggunaan prinsip pencacahan untuk menghitung peluang suatu kejadian
Prinsip rumah merpati (pigeonhole principle, prinsip Dirichlet)
Prinsip paritas
Teori bilangan:
Sistem bilangan bulat (himpunan bilangan bulat dan sifat-sifat operasinya)
Keterbagian (pengertian, sifat-sifat elementer, algoritma pembagian)
Faktor persekutuan terbesar dan kelipatan persekutuan terkecil, relatif prima, algoritma Euklid
Bilangan prima
Teorema dasar aritmatika (faktorisasi prima)
Persamaan dan sistem persamaan bilangan bulat
Fungsi tangga

Lebih lengkap untuk Contoh Soal dan jawaban dan lainnya yang tertuang pada Silabus OSN Matematikan SMA MA ini silahkan untuk langsung saja Bapak dan Ibu miliki filenya secara lengkap dalam bentuk pdf pada link yang telah Admin sediakan dibawah ini.
Download Silabus Matematikan SMA/MA OSN TINGKAT KABUPATEN/KOTA, PROVINSI, DAN NASIONAL

Thanks for reading SILABUS OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL OSN SMA MA TINGKAT KABUPATEN/KOTA, PROVINSI, DAN NASIONAL

Related Posts

Your Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Labels

Labels

Labels

Copyright © Folder Pendidikan. All rights reserved. Template by CB Blogger