Selasa, 30 Januari 2018

Revisi UU ASN Lanjut Februari 2018, Honorer K2 Jangan Khawatir

Informasi yang Admin bagikan ini berasal dari situs www.jpnn.com yang berisi perihal Undang-undang ASN yang akan di lanjutkan pada Bulan Februari 2018, hal tersebut membuat para Honorer K2 khawatir perihal nasib merekan. Selengkapnya mengenai hal tersebut dapat di simak berikut ini:
Revisi UU ASN Lanjut Februari 2018, Honorer K2 Jangan Khawatir

jpnn.com, JAKARTA - Pembahasan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan pintu masuk honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS akan dilanjutkan Februari. Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Toto Daryanto, pemerintah rencananya menyerahkan DIM sebelum reses. Ini agar pascareses DPR RI, revisi UU ASN mulai dibahas.

"Pekan lalu kan pemerintah sudah sepakat membahas revisi ini bersama Baleg. Jadi nggak usah khawatir honorernya," terang Toto kepada JPNN, Selasa (30/1).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebutkan, pasal-pasal yang akan direvisi tidak banyak sehingga diharapkan prosesnya berjalan cepat. (KemenPAN-RB) masih menyelesaikan verifikasi data honorer yang ada. Data ini sangat penting untuk menentukan berapa jumlah honorer yang berhak diangkat CPNS.

Selengkapnya lanjut ke hal berikutnya

Selasa, 23 Januari 2018

Buku Guru dan Siswa Kelas X SMA K13 Revisi 2017

Buku Guru dan Siswa Kelas X SMA K13 Revisi 2017
Pada kesempatan ini Folder Pendidikan akan membagikan Buku K13 untuk jenjang Sekolah menengah atas (SMA) yang merupakan Revisi 2017 untuk Guru dan Siswa kelas X. file yang akan Admin bagikan ini merupakan bentuk pdf yang bisa di bawah kemana saja baik di simpan di Notebook ataunpun HP berikut selengkapnya link download untuk Buku Kurikulum 2013 tersebut:

Buku yang tersaji ini bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sudah tentunya wajib untuk di gunakan meninggalkan buku sebelumya edisi cetakan pertama pada tahun 2014. Semoga Buku K13 SMA Kelas 10 ini dapat membantu Bapak dan Ibu dalam memaksimalkan kegiatan pembelajaran yang sedang di laksanakan:

Link download Buku Guru dan Siswa Kelas X SMA K13 Revisi 2017

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Guru Bahasa Inggris Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Guru Matematika Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Guru Pendidikan Agama Islam SMA Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Guru Penjas Pendidikan Jasmani Oahraga dan Kesehatan Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Guru PPKn Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Guru Sejarah Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa Bahasa Inggris Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa Pendidikan Agama Islam SMA Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa Matematika Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa PPKn Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa Penjas Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf
Buku Siswa Sejarah Semester 1 Kelas 10 Edisi Revisi 2016.pdf

Sabtu, 16 Desember 2017

Modul Pelatihan PPK Kepala Sekolah Veri Final Jilid Kedua

Modul Pelatihan PPK Kepala Sekolah Veri Final Jilid Kedua Tahun 2017 akan Admin Folder Pendidikan Share di kesempatan artikel ini secara lengkap. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Komitmen ini ditindaklanjuti dengan arahan Presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dalam dunia pendidikan. Atas dasar ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara bertahap mulai tahun 2016. Penguatan Pendidikan Karakter bukanlah suatu kebijakan baru sama sekali karena sejak tahun 2010 pendidikan karakter di sekolah sudah menjadi Gerakan Nasional. Satuan pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa karena memiliki sistem, infrastruktur, dan dukungan ekosistem pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari perkotaan sampai pedesaan. Sudah banyak praktik baik yang dikembangkan sekolah, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan untuk memastikan agar proses pembudayaan nilai-nilai karakter berjalan dan berkesinambungan. Selain itu, sangat diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan bertumpu pada kearifan lokal untuk menjawab tantangan zaman yang makin kompleks, mulai dari persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan bangsa sampai kepada persaingan global. Kebijakan ini akan menjadi dasar bagi perumusan langkah-langkah yang lebih konkret agar penyemaian dan pembudayaan nilai-nilai utama pembentukan karakter bangsa dapat dilakukan secara efektif dan menyeluruh.

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kelanjutan dan revitalisasi gerakan nasional pendidikan karakter yang telah dimulai pada 2010. Gerakan penguatan pendidikan karakter menjadi semakin mendesak diprioritaskan karena berbagai persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan bangsa seperti maraknya tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama agama yang mengancam kebhinekaan dan keutuhan NKRI, munculnya gerakan-gerakan separatis, perilaku kekerasan dalam lingkungan pendidikan dan di masyarakat, kejahatan seksual, tawuran pelajar, pergaulan bebas dan kecenderungan anak-anak muda pada narkoba.
Modul Pelatihan PPK Kepala Sekolah Veri Final Jilid Kedua
Selain persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan bangsa, Indonesia juga menghadapi tantangan menghadapi persaingan di pentas global, seperti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia Indonesia mengancam daya saing bangsa, lemahnya fisik anakanak Indonesia karena kurang olah raga, rendahnya rasa seni dan estetika serta pemahaman etika yang belum terbentuk selama masa pendidikan. Berbagai alasan ini telah cukup menjadi dasar kuat bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali memperkuat jati diri dan identitas bangsa melalui gerakan nasional pendidikan dengan meluncurkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang akan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Buku modul pelatihan ini didesain sebagai panduan teknis bagi fasilitator dan peserta pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang di dalamnya berisi modul-modul sesuai dengan fokus materi yang disebut dengan modul 1 sampai dengan modul 7 dengan alokasi waktu sekitar 1 jam dan paling banyak 6 jam, tergantung dengan kebutuhan. Fasilitator bisa mendesain pemanfaatan modul-modul berdasarkan tema sesuai dengan sasaran peserta pelatihan dan alokasi waktu yang tersedia. Akan lebih baik bila di sebuah sekolah, seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperoleh pelatihan seluruh modul secara lengkap. Namun demikian, modul pelatihan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Tahap berikutnya fasilitator memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan selama melakukan proses fasilitasi dan pelatihan.
Sebelum memulai sesi pelatihan, fasilitator perlu memahami isi materi yang menjadi pokok bahasan dalam seri modul pelatihan. Isi materi bisa berupa naskah, buku, bacaan, atau tulisan yang berada dalam lampiran modul ini. Fasilitator perlu membaca materi-materi yang dibutuhkan sebelum melakukan pelatihan. Tujuannya adalah untuk memahami inti materi dengan baik sehingga mudah menyampaikannya pada peserta.

Cara mempergunakan buku ini mendasarkan diri pada dinamika proses pelatihan yang berlaku umum yaitu mengikuti alur seperti ini: kegiatan pembukaan, materi inti, dan penutupan. Sebelum memulai sesi pelatihan, fasilitator perlu memahami isi materi yang menjadi pokok bahasan dalam seri modul pelatihan. Isi materi bisa berupa naskah, buku, bacaan, atau tulisan yang berada dalam lampiran modul ini. Fasilitator perlu membaca materi-materi yang dibutuhkan sebelum melakukan pelatihan. Tujuannya adalah untuk memahami inti materi dengan baik sehingga mudah menyampaikannya pada peserta.

Tahap berikutnya fasilitator memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan selama melakukan proses fasilitasi dan pelatihan.Fasilitator bisa mengarahkan peserta untuk membuat rencana tindak lanjut setiap kali setelah menyelesaikan materi pelatihan.

Demikian yang dapat Admin Folder Pendidikan tuliskan sedikit isi dari Modul PPK KS, dan untuk lebih lengkap dan jelas mengenai isi dari Modul/Buku tersebut, Bapak dan Ibu dapat mendownload file lengkapnya melalui link di bawah ini dalam bentuk file pdf.

Sabtu, 09 Desember 2017

Menentukan KKM Kurikulum 2013 sesuai dengan aturan Terbaru

Salah satu tugas seorang  Guru dalam awal semester 1 dan 2 yaitu menentukan nilai batas minimum/minimal yang harus setiap siswa capat dalam berbagai mata pelajaran. Jika pada KTSP pembuatan KKM dapat Anda kuasai maka pada Kurikulum 2013 hal tersebut perlu Bapak dan Ibu pelajari kembali. Maka dari itu Admin membuat tulisan artikel Menentukan KKM Kurikulum 2013 sesuai dengan aturan Terbaru ini sebagai antisipasi bagi Anda yang sedang mencari mengenai kriteria ketuntasan minimum.

KKM sebaiknya pada tahap awal tidak perlu tinggi, namun yang lebih penting adalah jarak/interval antara nilai perolehan peserta didik dengan KKM. Sekolah yang dikategorikan baik bila interval ini besar sehingga barulah dikatakan peserta didiknya berprestasi. Jadi bukan hanya tingginya nilai sebagai patokan sekolah tersebut bagus atau baik. Pada bagian akhir tulisan ini terdapat juga bahan yang dapat Anda download sebagai bahan referensi. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

A. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal
Menurut Permendikbud No 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian pada pasal 1 menyebutkan defenisi Kriteria Ketuntasan Minimal adalah “Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan”.
Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama.
Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 60. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.
Menentukan KKM Kurikulum 2013 sesuai dengan aturan Terbaru
B. Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal
Fungsi kriteria ketuntasan minimal:
1. Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar
dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;
2. Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
3. Dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran dalam rangka untuk perbaikan pembelajaran dan/atau penjaminan mutu yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana-prasarana belajar di sekolah;
4. Merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
5. Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.

C. Prinsip Penetapan KKM
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;
2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar;
3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan;
4. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan KKM yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik;
6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal penilaian harian tiap KD maupun Penilaian Akhir Semester (PAS). Soal penilaian harian ataupun tugas-tugas harus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan.
D. Langkah-Langkah Penetapan KKM
Penetapan KKM dilakukan satuan pendidikan melalui keputuusan kepala sekolah. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:
1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik dengan skema sebagai berikut:
Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, mata pelajaran, hingga KKM satuan pendidikan;
2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran dibawa ke dalam rapat dewan pendidik dan diputuskan/disahkan oleh kepala sekolah dengan menentukan satu angka yang akan dijadikan patokan semua guru/semua mata pelajaran dalam melakukan penilaian. KKM yang ditentukan sebaiknya berasal dari KKM mata pelajaran yang paling rendah;
3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;
4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.
Nilai KKM merupakan nilai minimal untuk predikat Cukup. Berkaitan hal tersebut diharapkan satuan pendidikan dapat menentukan KKM yang sama untuk semua mata pelajaran.
E. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal sesuai dengan standar penilaian berupa karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. Secara lebih jelas akan dijabarkan seperti di bawah ini:

1. Karakteristik peserta didik
Karakteristik peserta didik ini berkaitan dengan tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah yang bersangkutan.
Penetapan intake di kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, Nilai Ujian Nasional/Sekolah, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya.

2. Karakteristik mata pelajaran.
Karakteristik mata pelajaran ini sama juga dengan tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator dan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik.
Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut:
a. guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik;
b. guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi;
c. guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan;
d. peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi;
e. peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep;
f. peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan;
g. waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajarannya memerlukan pengulangan/latihan;
h. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar.
Contoh 1.
KD 3.2 : Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia
Indikator : Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi
Indikator ini memiliki kompleksitas yang tinggi, karena untuk menentukan pereaksi pembatas diperlukan beberapa tahap pemahaman/penalaran peserta didik dalam perhitungan kimia.
Contoh 2.
SK 1. : Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
KD 1.1. : Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron
Indikator : Menentukan konfigurasi elektron berdasarkan tabel periodik atau nomor atom unsur.
Indikator ini memiliki kompleksitas yang rendah karena tidak memerlukan tahapan berpikir/penalaran yang tinggi.

3. Kondisi satuan pendidikan
Kondisi satuan pendidikan ini berhubungan dengan kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah.
a. Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran;
b. Ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah.
Contoh:
KD 3.3 : Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan
Indikator : Menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran keseimbangan melalui percobaan.
Daya dukung untuk Indikator ini tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan baik.

Demikian yang dapat Admin tuliskan pada kesempatan ini, lebih lengkap mengenai penjelasan dan contoh KKM Kurikulum 2013 yang baik dan benar dapat Bapak dan Ibu download filenya dalam bentuk pdf di bawah ini.
Download Panduan Menentukan KKM Kurikulum 2013 sesuai dengan aturan Terbaru

Selasa, 05 Desember 2017

Soal UKK Kelas 4 Ulangan Kenaikan Kelas Semester 2

Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) atau biasa di sebut Ulangan Akhir Semester 2 (UAS 2) merupakan kegiatan di akhir tahun pembelajaran yang tentunya harus Bapak dan Ibu siapkan agar kegiatan tersebut dapat berjalan baik dan lancar sehingga setiap siswa dapat mengejakan soal dan mendapatkan nilai yang maksimak. Sebagai seorang Guru kita tentunya harus memberikan berbagai soal ulangan baik sebagai prediksi soal Soal UKK Kelas 4 ataupun sebagai latihan Soal Ulangan Kenaikan Kelas Semester 2 Kelas 4 SD/MI.

Kegiatan UKK atau UAS Semester 2 merupakan kegiatan penting yang harus di laksankan untuk melihat kemampuan Guru dan Siswa selama satu tahun kegiatan pembelajaran yang telah di laksankan. Meskipun nilai UKK bukan nilai utama untuk nilai raport akan tetapi Nilai UKK dapat di jadikan acauan sebagai gambaran pelaksaan kegiatan pembelajaran yang telah Bapak dan Ibu laksanakan. Apakah dengan nilai siswa hasil UKK dapat di nyatakan berhasil atau tidak dalam pemberian materi pada kegiatan pembelajaran yang telah Anda laksanakan.
Soal UKK Kelas 4 Ulangan Kenaikan Kelas Semester 2
Sebagai bahan persiapan dalam kegiatan tersebut Admin pada kesempatan artikel ini akan membagikan Kumpulan Soal UKK Kelas 4 Ulangan Kenaikan Kelas Semester 2 secara lengkap. Bagi Bapak dan Ibu yang saat ini sedang mencari soal tersebut dapat mendownloadnya pada link di bawah ini.

Soal UKK Kelas 4 Semester 2

Berikut Soal UKK Kelas 4 Ulangan Kenaikan Kelas Semester 2 secara lengkap untuk semua mata pelajaran dalam versi yang berbeda:

Soal UKK UAS Bahasa Indonesia Semester 2 (Genap) Kelas 4 SD + Kunci Jawaban 
Soal Ulangan Kenaikan Kelas B. INDONESIA Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal Ulangan Kenaikan Kelas MATEMATIKA Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal Ulangan Kenaikan Kelas IPA Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal Ulangan Kenaikan Kelas IPS Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal Ulangan Kenaikan Kelas PKn Kelas 4 | DOWNLOAD

Soal UKK MATEMATIKA Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal UKK IPA Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal UKK PKn Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal UKK Kelas B. INDONESIA Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal UKK IPS Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal UKK B. INGGRIS Kelas 4 | DOWNLOAD
Soal UKK PAI Kelas 4 | DOWNLOAD

Senin, 04 Desember 2017

Silabus dan RPP SMK Kelas 10, 11, 12 Revisi 2017 Semester 1 dan 2

Silabus dan RPP SMK Kelas 10, 11, 12 Revisi 2017 Semester 1 dan 2
Silabus dan RPP merupakan perangkat pembelajaran yang harus di miliki oleh setiap Guru pada hal ini yaitu Guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Nah melihat masih banyak Guru yang belum memiliki Silabu dan RPP SMK Berkarakter Kelas 10, 11, 12 Revisi 2017 Semester 1 dan 2 maka Admin folder pendidikan akan membagikannya pada kesempatan tulisan artikel ini, yang merupakan update terbaru sesuai dengan revisi dari K13.
Seorang Guru SMK haruslah memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan baik dan benar, salah satu yang utama Anda miliki yaitu RPP dan Silabus. Kedua file tersebut sangatlah vital, baik dalam Kegiatan pembelajaran ataupun pembuatan perangkat pembelajaran lainnya juga dalam pembuatan Administrasi Guru.

Untuk fungsi dari RPP dan Silabus tentu saja Bapak dan Ibu sudah memahaminya. Langsung saja berikut di bawah ini Admin bagikan link download Silabus dan RPP SMK Kelas 10, 11, 12 Revisi 2017 Semester 1 dan 2 secara lengkap.

Berikut Contoh RPP SMK Kelas XI Semester 1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

TEMA 1 BAHASA
Nama sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Program
Alokasi Waktu
Aspek Pembelajaran
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator

SMK Plus Assuyuthiyyah
Bahasa Indonesia
XI (sebelas)/1 (satu)
Semua Bidang Keahlian
4  x  45 menit  (2 pertemuan)
Mendengarkan, berbicara
Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Madia
2.1 Menyimak untuk menyimpulkan informasi yang tidak bersifat perintah dalam konteks bekerja

Mampu mengidentifikasi isi-isi informasi
Mampu menuliskan kembali fungsi bahasa Indonesia
Mampu menuliskan kembali kedudukan bahasa Indonesia
Mampu menuliskan kembali simpulan lisan secara deduktif
Mampu menuliskan kembali simpulan tulis secara deduktif

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
Memahami berbagai informasi yang disampaikan secara lisan 
Membuat catatan mengenai ide-ide pokok informasi dan wacana yang berkaitan dengan bahasa
Menyampaikan pendapat dari isi informasi lisan
Memahami teknik membuat simpulan berkaitan dengan wacana bahasa

B. Materi Pokok Pembelajaran
Menyimpulkan informasi lisan yang tidak bersifat perintah
Identifikasi isi-isi informasi
Menyimpulkan informasi lisan dan tulis secara deduktif dan induktif
Mengetahui kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
Mengungkapkan Informasi verbal dan nonverbal

C. Metode Pembelajaran
Inquari
Tanya jawab
Penugasan
Demonstrasi/pemeragaan model (Media)

D. Kegiatan Pembelajaran
TAHAP
PEMBUKA (Apersepsi)
INTI
PENUTUP (Internalisasi dan  refleksi)


KEGIATAN PEMBELAJARAN
Siswa ditanya tentang jenis-jenis informasi 
Siswa diminta memahami contoh-contoh informasi berkaitan dengan bahasa
Guru mengajak siswa untuk membedakan informasi lisan dan tulis di tempat kerja berkaitan dengan bahasa
Pertemuan ke-1 ( 90’)
Siswa diajak mencermati isi-isi informasi dimulai lingkungan kerja sekitar siswa
Siswa diajak mengidentifikasi isi-isi informasi berdasarkan ciri bentuk dan ciri makna  (puisi, wawancara, dan pidato)
Siswa mengenal teknik menyimpulkan wacana secara deduktif dan induktif
Siswa berlatih menyimpulkan informasi secara deduktif dan induktif
Siswa mengerjakan latihan Uji Mandiri dan Uji Media 
Pertemuan ke-2 (90’)
Siswa berlatih mencatat simpulan informasi lisan dan tulis sesuai kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
Siswa memahami ciri-ciri informasi verbal dan nonverbal
Siswa berlatih membuat simpulan informasi lisan dan tulis yang ditemuinya 
Siswa berlatih membuat simpulan secara lisan dari latihan Uji Mandiri 
Siswa mengerjakan Uji Keterampilan Berbahasa hal 14 (buku Bahasa Indonesia Tataran Madia, Erlangga) sebagai pengayaan dan pendalaman konsep menyimpulkan informasi lisan dan tulis
Siswa mengevaluasi dan membuat simpulan mengenai penyimpulan informasi lisan dan tulis

E. Sumber Belajar
Pustaka rujukan: 
Bahasa Indonesia Tataran Madia untuk SMK Kelas XI 
Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka 2003
Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah terbitan Yrama Widya Bandung 1991 
Material (CD)
Media cetak dan elektronik
Model peraga
Lingkungan kerja sekitar siswa 

F. Penilaian
TEKNIK DAN BENTUK
INSTRUMEN/SOAL
RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI

Link download Silabus dan RPP SMK Berkarakter Kelas X, XI, XII Revisi 2017 Semester 1 dan 2 (Sekolah Menengah Kejuruan)

Download Silabus dan RPP Bahasa Indonesia SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Bahasa Inggris SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Bahasa Arab SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Bahasa Sunda SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Plh SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Bimbingan Konseling (BK) SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP PAI SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Penjaskes SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP IPA SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP IPS SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP PKN SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Fisika SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Kimia SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Kewirausahaan SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Matematika SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP KKPI SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Seni Budaya SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Produktif TKJ SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3
Download Silabus dan RPP Produktif AP SMK Kelas X, XI, XII - Link 1 - Link 2 - Link 3

Minggu, 03 Desember 2017

Materi SBK Kelas 4 Semester 1 dan 2

Dalam pelaksaan kegiatan pembelajaran seorang Guru haruslah memahami dan menguasai materi yang akan di berikan kepada siswanya secara baik dan benar. Maka dari itu alangkah baiknya seorang Guru sebelum melaksankan kegiatan pembelajaran membaca serta memahami materi yang akan di sajikan. Melihat hal tersebut Admin Folder Pendidikan akan membagikan file dalam bentuk Ms.Word untuk Materi SBK Kelas 4 Semester 1 dan 2 .
Dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) , aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni.  Karena itu, mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan  di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi  melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.

Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural.  Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Serta memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan  yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal,  interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.
Materi SBK Kelas 4 Semester 1 dan 2
Bidang seni rupa, musik, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing.  Dalam pendidikan seni dan keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi.  Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.

Sementara itu untuk Materi Seni Budaya dan Keterampilan/ SBK Kelas 4 Semester 1 dan 2  terdiri dari:


Materi SKB Kelas 4 Semester 1 Seni Budaya dan Keterampilan
A. Makna Karya Seni Rupa Terapan
B. Karya Seni Rupa Terapan Daerah
C. Apresiasi Karya Seni Rupa Terapan

A. Ekspresi Diri dalam Gambar Ilustrasi
B. Pameran Karya Gambar Ilustrasi di Depan Kelas

A. Mengenal Karya Musik
B. Alat Musik Ritmis

A. Bermain Alat Musik Ritmis
B. Mempertunjukkan Permainan Alat Musik Ritmis

A. Jenis-Jenis Unsur Tari Nusantara
B. Apresiasi Terhadap Keunikan Tari Nusantara

A. Persiapan Peragaan Tari Daerah
B. Peragaan Tari dengan Iringan

A. Jenis Kerajinan Nusantara
B. Apresiasi Karya Kerajinan Nusantara

A. Menciptakan Motif Hias pada Batik
B. Benda Konstruksi
Latihan Ulangan Semester

Materi SKB Kelas 4 Semester 2 Seni Budaya dan Keterampilan

A. Makna Karya Seni Rupa Murni
B. Jenis Karya Seni Rupa Murni Daerah
C. Apresiasi Terhadap Karya Seni Rupa Murni

A. Relief dari Bahan Plastis
B. Pameran Kelas

A. Dinamik
B. Mengenal Alat Musik Melodis

A. Bermain Alat Musik Melodis
B. Menyanyikan Lagu Daerah dan Lagu Wajib dengan Iringan

A. Unsur Tari Kidang
B. Apresiasi Terhadap Keunikan Tari Daerah Lain

A. Persiapan Peragaan Karya Tari
B. Memilih Iringan Tari
C. Peragaan Karya Tari

A. Jenis Karya Kerajinan Daerah
B. Apresiasi Karya Kerajinan Daerah

A. Berkarya Benda Kerajinan
B. Berkarya Model Benda Konstruksi
Latihan Ulangan Kenaikan Kelas
Glosarium

Demikian informasi yang dapat Admin sampaikan pada kesempatan artikel ini mengenai Materi SBK Kelas 4 Semester 1 dan 2  secara lengkap untuk soal PAS SBK Kelas 4 Bapak dan Ibu dapat membaca pada artikel berikut ini

Soal UAS PAS SBK Kelas 4 Semester 1 dengan Jawaban

Dalam persiapan kegiatan Ulanagan/ Penilanian akhir semester (UAS-PAS) tentunya setiap Guru harus membuat soalnya sebagai bahan persiapan kegiatan tersebut. Salah satu soal yang di buat yaitu SBK/ Seni budaya dan kesenian untuk Kelas 4 Semester 1. Admin membagikan soal uas SBK ini lengkap dengan jawaban sehingga dapat memudahkan Bapak dan Ibu dalam proses penilaian.

Dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni.  Karena itu, mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan  di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi  melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.

Soal UAS PAS SBK Kelas 4 Semester 1 dengan Jawaban
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural.  Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.  Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan  kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan Mancanegara.  Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

Berikut Admin juga bagikan Materi yang ada pada mata pelajaran SBK Seni budaya dan kesenian untuk kelas 4 semester 1 untuk Kurikulum KTSP (2006).
BAB I MENGENAL SENI RUPA TERAPAN
A. Makna Karya Seni Rupa Terapan
B. Karya Seni Rupa Terapan Daerah
C. Apresiasi Karya Seni Rupa Terapan

BAB II MENGGAMBAR ILUSTRASI
A. Ekspresi Diri dalam Gambar Ilustrasi
B. Pameran Karya Gambar Ilustrasi di Depan Kelas

BAB III MENGENAL RAGAM LAGU DAN ALAT MUSIK RITMIS
A. Mengenal Karya Musik
B. Alat Musik Ritmis

BAB IV BERMAIN ALAT MUSIK RITMIS
A. Bermain Alat Musik Ritmis
B. Mempertunjukkan Permainan Alat Musik Ritmis

BAB V MENGENAL UNSUR TARI NUSANTARA
A. Jenis-Jenis Unsur Tari Nusantara
B. Apresiasi Terhadap Keunikan Tari Nusantara

BAB VI MEMPERAGAKAN TARI NUSANTARA
A. Persiapan Peragaan Tari Daerah
B. Peragaan Tari dengan Iringan

BAB VII MENGENAL KARYA KERAJINAN NUSANTARA
A. Jenis Kerajinan Nusantara
B. Apresiasi Karya Kerajinan Nusantara

BAB VIII BERKARYA KERAJINAN BATIK DAN BENDA KONSTRUKSI
A. Menciptakan Motif Hias pada Batik
B. Benda Konstruksi
Latihan Ulangan Semester

Berikut gambaran untuk Soal UAS PAS SBK Kelas 4 Semester 1 beserta link downloadnya.
1. Di antara karya seni rupa di bawah ini yang tidak termasuk karya seni rupa terapan adalah . . . .
a. topeng perlengkapan tari
b. tempat nasi dari tanah liat
c. lukisan
d. perhiasan perak

2. Daerah-daerah di bawah ini yang terkenal sebagai penghasil keramik adalah . . . .
a. Karangasem
b. Kasongan
c. Bangsri
d. Ceper

3. Daerah yang terkenal sebagai penghasil topeng adalah . . . .
a. Bali dan Betawi
b. Surakarta dan Pekalongan
c. Lombok dan Yogyakarta
d. Banjarmasin dan Surabaya

4. Suatu karya seni dikatakan berfungsi aplikasi apabila . . . .
a. sengaja dibuat untuk digunakan atau difungsikan sebagai alat, wadah, atau perhiasan
b. sengaja dibuat untuk pajangan/hiasan
c. sengaja dibuat untuk dijual
d. sengaja dibuat untuk disimpan

5. Gambar yang menceritakan tentang adegan atau peristiwa disebut gambar . . . .
a. dekorasi
b. ilustrasi
c. karikatur
d. vignet

6. Krayon termasuk jenis media untuk menggambar dengan teknik . . . .
a. kering
b. basah
c. cetak
d. sablon

7. Dalam menggambar ilustrasi setelah menentukan tema langkah, berikutnya adalah . . . .
a. menyiapkan bahan
b. membuat sketsa
c. mewarnai gambar
d. menyiapkan alat

8. Lagu ”Cicak” ciptaan A.T. Mahmud termasuk jenis lagu . . . .
a. daerah
b. wajib
c. anak-anak
d. sedih

9. Lagu yang isi syairnya menggambarkan tingkah laku masyarakat setempat secara umum dikelompokkan ke dalam jenis lagu . . . .
a. anak-anak
b. nasional
c. wajib
d. daerah

10. Lagu ”Tanah Airku” termasuk jenis lagu . . . .
a. wajib
b. nasional
c. anak-anak
d. daerah

Demikian sekilas pembahasan yang dapat Admin sampaikan mengenai Materi dan soal Soal UAS PAS SBK Kelas 4 Semester 1, untuk lebih lengkap mengenai hal tersebut Bapak dan Ibu dapat mendownload filenya pada link di bawah ini:
Download Materi SBK Kelas 4 Semester 1
Download Soal UAS PAS SBK Kelas 4 Semester 1 dengan Jawaban

Rabu, 22 November 2017

Soal PPG Tahun 2018

Pendidikan Profesisi Guru merupakan sebuah program yang saat ini sedang menjadi buah bibir. PPG singkatannya merupakan Program yang pada bulan November 2017 telah mengundang 500 ribu untuk mengikuti kegiatan tersebut. Lalu apa itu PPG? Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan mengacu kepada Standar Pendidikan Guru (Standar DikGu) yang mencakup standar pendidikan, standar penelitian, dan standar pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahun-tahun sebelumnya  Pemerintah mengesahkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD). Dalam undang-undang ini dinyatakan bahwa guru adalah suatu profesi.
Soal PPG Tahun 2018
UUGD Pasal 1 (1) dinyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Penyiapan guru sebagai profesi dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 (PP No. 74) Tahun 2008 tentang Guru. Di samping guru harus berkualifikasi S1, guru harus memiliki sertifikat profesi pendidik yang diperoleh melalui pendidikan profesi. PP No. 74 tahun 2008 Pasal 2 menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Selanjutnya Pasal 4 ayat (1) Sertifikat Pendidik bagi guru diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun Masyarakat, dan ditetapkan oleh Pemerintah. Pada ayat (2) dinyatakan bahwa Program pendidikan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diikuti oleh peserta didik yang telah memiliki Kualifikasi Akademik S-1 atau D-IV sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk merealisasikan amanah undang-undang dalam rangka penyiapan guru profesional, maka pemerintah menyiapkan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam bentuk Program Studi PPG. Program PPG di Indonesia sesuai amanah undang-undang baik UUGD maupun Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menganut model konsekutif atau berlapis. Pasal 17 (1) Undang-undang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa pendidikan profesi merupakan Pendidikan Tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus.

Jika Bapak dan Ibu salah satu Guru yang di undang pada kegiatan PPG patutnya bersyukur karena tidak Guru dapat mengikuti kegiatan tersebut. Dalam megikuti kegiatan tersebut tentunya Anda haruslah bersiap dalam berlatih dari sekarang. Maka dari itu pada kesempatan kali ini Admin akan membagikan Download soal PPG sebagai bahan untuk persiapan mengikuti kegiatan tersebut pada tahun 2018, berikut link selengkapnya di bawah ini:
Pedoman Penyelenggaraan PPG 2017
Pedoman Pembukaan Prodi PPG 2017
Download Soal Pendidikan Profesi Guru PPG 2018

Senin, 06 November 2017

RPP SILABUS Kurikulum 2013 SMA Revisi Tahun 2017 Terbaru

RPP SILABUS Kurikulum 2013 SMA Revisi Tahun 2017 Terbaru
RPP SILABUS Kurikulum 2013 SMA Revisi Tahun 2017 Terbaru merupakan file Folder Pendidikan yang pada kesempatan ini akan di bagikan untuk semua mata pelejaran lengkap jenjang Sekolah Menegah Atas sebagai pelengkap Perangkat Pembelajaran Bapak dan Ibu untuk Semester 1 dan 2.
RPP dan SILBUS K13 merupakan File utam yang harus di miliki oleh seorang Guru untuk penyusunan kegiatan pembelajaran yang baik dan benar sesuai dengan Kurikulum yang di gunakan.

Download dan Contoh RPP SILABUS Kurikulum 2013 SMA Revisi Tahun 2017 Terbaru merupakan topik yang sangat hangat banyak di cari dan di perlukan oleh Guru di karenakan merupakan hasil Revisi terbaru untuk memulai kegiatan pembelajaran pada tahun pelejaran 2017-2018.
Jika Anda pada saat ini sedang menyimak Artikel ini tentunya Bapak dan Ibu juga salah satu Guru yang sedang mencari dan membutuhkan RPP SILABUS K13 SMA. Selengkapnya mengenai hal tersebut Bapak dan Ibu dapat menyimak dan mendownloadnya pada link di bawah ini.

RPP SILABUS Kurikulum 2013 SMA Terbaru Revisi Tahun 2017

RPP SMA K13 merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang harus di buat agar kegiatan pembelajaran yang Anda laksankan dapat berjalan dengan baik dan benar tersusun secara sistematis baik dalam hal pemberian materi serta berbagai kegiatan yang telah di susun sesuai dengan isi dari RPP yang di buat.
SILABUS SMA K13 Merupakan Perangkat Pembelajaran utama yang harus di miliki oleh seorang Guru untuk bukan hanya untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran saja, SILABUS juga menjadi sebuah landasan bagi setiap Guru untuk membuat Perangkat pembelajaran lainnya seperti RPP, PROMES dan lainnya.

Berikut akan Admin bagikan secara lengkap Link Download Secara lengkap RPP dan SILABUS K13 SMA Terbaru hasil Revisi 2017:
MAPEL UTAMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel SBK  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Prakarya - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel MTK  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Penjaskor- RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel PKn  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Sejarah Indonesia  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Pend. Agama & Budi Pekerti- RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel B. Indo  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel B. Ing - RPP Kurikulum 2013 SMA
MATA PELAJARAN MATEMATIK DAN IPA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel MTK  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Biologi  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Fisika  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Kimia  - RPP Kurikulum 2013 SMA
MATA PELAJARAN IPS
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Ekonomi - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Geografi - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Sejarah  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Sosiologi  - RPP Kurikulum 2013 SMA
MATA PELAJARAN BUDAYA DAN ILMU BAHASA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Antropologi  - RPP Kurikulum 2013 SMA 
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Bahasa & Sastra Asing  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Bahasa & Sastra Indo  - RPP Kurikulum 2013 SMA
Silabus Kurikulum 2013 SMA Mapel Bahasa & Sastra Ing  - RPP Kurikulum 2013 SMA 

Tambahan : RPP Kurikulum 2013 MAPEL BIOLOGI SMA
1. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - jaringan tumbuhan
2. Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - keseimbangan lingkungan
3. Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - protista
4. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - jaringan hewan
5. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - gerak
6. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - sirkulasi
7. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - animalia
8. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - bakteri
9. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - endositosis dan eksositosis
10. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - fungi
11. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - keanekaragaman gen
12. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - klasifikasi makhluk hidup
13. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - monera
14. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - pencernaan
16. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - perbedaan hewan invertebrata
17. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - plantae
18. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - ruang lingkup biologi
19. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - sel
20. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI - sistem peredaran darah 
21. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI -transpor membran 
22. RPP Kurikulum 2013 SMA BIOLOGI -virus

SILABUS MAPEL BIOLOGI SMA KURIKULUM 2013
1. silabus kurikulum 2013 biologi SMA kelas X
2. silabus kurikulum 2013 biologi SMA kelas XI
3. silabus kurikulum 2013 biologi SMA kelas XII

Demikian Download RPP SILABUS Kurikulum 2013 SMA Revisi Tahun 2017 Terbaru yang dapat Admin Folder Pendidikan bagikan pada kesempatan Artikel ini, semoga contoh RPP dan SILABUS SMA tersebut dapat memberikan manfaat bagi kegiatan pembelajaran Bapak dan Ibu.

Rabu, 25 Oktober 2017

Buku Teknologi Dasar Otomotif Kurikulum 2013 SMA MAK

Buku Teknologi Dasar Otomotif Kurikulum 2013 SMA MAK
Buku Teknologi Dasar Otomotif Kurikulum 2013 Kelas X (10) SMA MAK - Penerapan kurikulum 2013 mengacu pada paradigma belajar kurikulum abad 21 menyebabkan terjadinya perubahan, yakni dari pengajaran (teaching) menjadi BELAJAR (learning), dari pembelajaran yang berpusat kepada guru (teachers-centered) menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student-centered), dari pembelajaran pasif (pasive learning) ke cara belajar peserta didik aktif (active learning-CBSA) atau Student Active Learning-SAL.
Buku teks ″Teknologi Dasar Otomotif″ ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 diselaraskan berdasarkan pendekatan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar kurikulum abad 21, yaitu pendekatan model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains.

Penyajian buku teks untuk Mata Pelajaran ″Teknologi Dasar Otomotif " ini disusun dengan tujuan agar supaya peserta didik dapat melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan eksperimen ilmiah (penerapan scientifik), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan menyampaikan terima kasih, sekaligus saran kritik demi kesempurnaan buku teks ini dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam membantu terselesaikannya buku teks siswa untuk Mata Pelajaran ″Teknologi Dasar Otomotif‖ kelas X/Semester 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Buku Teknologi Dasar Otomotif Kurikulum 2013

Bahan ajar teknologi dasar otomotif ini berisi materi tentang dasar-dasar mesin, pembentukan logam dan mesin konversi energi. Semua yang dibahas tentang informasi penting yang dikemas secara sistematis bagi siswa SMK program studi keahlian Teknik Otomotif baik paket keahlian teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor maupun teknik perbaikan bodi otomotif. Harapannya setelah mempelajari bahan ajar ini siswa dapat memahami tentang ilmu gaya, momen, tegangan, macam-macam sambungan, macam-macam penerus daya, teknik pengecoran logam, teknik pembentukan logam, siklus motor bensin 2 langkah dan 4 langkah, siklus motor diesel, diagram PV motor, efisiensi motor,konsep dasar generator dan motor listrik serta dasar dasar perhitungannya. Di dalam bahan ajar ini, setiap selesai kegiatan belajar dilengkapi dengan tes formatif, serta penugasan, dengan tujuan untuk mengukur tingkat kompetensi yang dimiliki siswa.

Demikian yang dapat Admin tuliskan mengenai sekilas dari isi Buku Teknologi Dasar Otomotif Kurikulum 2013 SMA MAK, dan untuk lebih lengkap mengenai isi dan pembahasan dari buku tersebut, silahkan langsung saja Bapak dan Ibu untuk mendownloadnya pada link di bawah ini.
Download Buku Teknologi Dasar Otomotif Kurikulum 2013 SMA MAK

RPP Teknik Dasar Otomotif SMK Kurikulum 2013 Kelas 10 11 12

RPP Teknik Dasar Otomotif SMK Kurikulum 2013 Kelas 10 11 12
RPP Teknik Dasar Otomotif SMK Kurikulum 2013 Kelas 10 11 12 merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang harus di miliki oleh seorang Guru yang akan melaksankan kegiatan pembelajaran. Maka dari itu  pada kesempatan ini Folder Pendidikan akan membagikan sebagai sebuah contoh bagi Anda dalam membuat RPP yang baik dan benar.
Teknik Dasar Otomotif merupakan mata pelajaran dan jurusan yang ada pada jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) Kelas X XI XII. Bagi Anda seorang Guru yang mengajar pada mata pelajaran tersebut tentunya akan membutuhkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Contoh RPP Teknik Dasar Otomotif SMK Kurikulum 2013 Kelas 10 11 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan:  SMK N/S
Bidang Keahlian:  Teknologi Dan Rekayasa
Program Keahlian:  Otomotif
Paket Keahlian:  Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif
Mata Pelajaran:  Teknologi Dasar Otomotif
Materi:  Prinsip - Prinsip Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Kelas /Semester:  X/Ganjil
Tahun Pelajaran: 2017/2018
Alokasi Waktu: 8 Jam Pelajaran  (2 Pertemuan)

A.Kompetensi Inti (KI)
1.Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”.
2.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”
3.Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja TeknikKendaraan Ringan Otomotif. Pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4.Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.  Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B.Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD)
3.1Memahami prinsip - prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1.1Mengidentifikasi potensi dan resiko kecelakaan kerja
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.1.1Menjelaskan Dasar Hukum Dan Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
3.1.2Menganalis Sejarah Perkembangan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
3.1.3Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kecelakaan
3.1.4Menjelaskan Akibat Kecelakaan
3.1.5Menjelaskan Prinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan Kerja
1.1.1Mempraktekan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1.1.2Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
C.Tujuan Pembelajaran
1.Pertemuan Pertama
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
Menjelaskan Dasar Hukum Dan Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Menganalis Sejarah Perkembangan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kecelakaan
2.Pertemuan Kedua
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
Menjelaskan Akibat Kecelakaan
Menjelaskan Prinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan Kerja
Mempraktekan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Fokus nilai-nilai sikap
1.Religius
2.Kesantunan
3.Tanggung jawab
4.Kedisiplinan

D.Materi Pembelajaran
1.Materi Pembelajaran Reguler
a.Fakta
Kejadian kecelakaan kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor penyebab di dalam usaha produksi dakan melibatkan tenaga kerja, mesin dan peralatan, bahan-bahan yang digunakan dan berinteraksi satu sama lain dalam bentuk proses produksi. Interaksi ketiga faktor tersebut akan mempengaruhi tingkat keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja.
b.Konsep
Berdasarkan pengertian kecelakaan dijelaskan bahwa kecelakaan mengakibatkan cidera dan kerusakan harta benda yang dapat menimbulkan kerugian baik bagi si korban beserta keluarganya dalam bentuk penderitaan dan kerugian bagi perusahaan.
c.Prinsip
Menjelaskan Dasar Hukum Dan Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Menganalis Sejarah Perkembangan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kecelakaan
Menjelaskan Akibat Kecelakaan
Menjelaskan Prinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan Kerja
d.Prosedur
Mempraktekan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
2.Materi Pembelajaran Remedial
Menjelaskan Prinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan Kerja
3.Materi Pembelajaran Pengayaan
Mempraktekan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

E.Metode Pembelajaran
1.Model: Discovery Learning
2.Pendekatan : Saintifik Learning
3.Metode : Ceramah, Diskusi dan Pembelajaran

F.Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.Media/alat:
LCD Projector
Speaker aktif
Note book
CD Pembelajaran interaktif ”
2.Bahan:
Kertas karton
Spidol
3.Sumber Belajar:
Buku Siswa dan Buku guru
Situs Internet
Lingkungan Masyarakat sekitar
Sumber belajar lain yang mendukung

G.Langkah-langkahPembelajaran
Kegiatan Awal
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup
H.Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 
1. Teknik Penilaian:
Sikap (Spiritual dan Sosial)
Observasi (jurnal)
Penilaian diri
Penilaian antarteman

Pengetahuan
Ter tertulis

Keterampilan
Kinerja
2. Instrumen Penilaian: Terlampir

3. Pembelajaran Remedial:
Kegiatan pembelajaran remedial dilaksanakan dalam bentuk:
Mempraktekan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
4. Pembelajaran Pengayaan:
Kegiatan pembelajaran pengayaan dilaksanakan dalam bentuk:
Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Itulah yang dapat Admin tuliskan sekilas gambaran dari RPP tersebut, dan untuk lebih lengkap dan jelas silahkan langsung saja Bapak dan Ibu untuk mendownload filenya secara lengkap pada link di bawah ini.
Download RPP Teknik Dasar Otomotif SMK Kurikulum 2013 Kelas 10 11 12